Sesungguhnya insan hidup terbuat dari tanah,hidupnya terbatas dari tanah ke tanah.Namun kenapa insan menjadi lupa,bersikap sombong membusung dada,berlagak angkuh besar kepala.
Insan hidup tiada arti dihadapan Sang Pencipta,tapi mengapa insan berani menantang Sang Pencipta.
Berani tapi putih,lembut tapi jantan,perkasa tapi jujur.Bukankah itu lebih baik daripada berani tapi hitam,lembut tapi culas,perkasa tapi serakah.
Liang lahat,disini tersimpan saksi bisu keserakahan,saksi buta keculasan,saksi tuli ketidakjujuran.Bisakah kekuatan seorang insan memecah kebisuan,menyalangkan kebutaan hati untuk mendengar ratapan desah dari ketidakadilan yang ada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar